Jasa Training Leadership #1

Banyak sekali pimpinan usaha atau pemilik usaha yang mengeluhkan tentang manajer atau pimpinan dikantor yang bekerja sebatas rutinitas saja, bahkan belum mampu mengelola bawahannya dengan baik ketika ada masalah. Mereka terlalu cepat menyalahkan bawahan dan tidak mempertimbangkan aspek kepemimpinan dalam dirinya. Apabila pimpinan di perusahaan anda mengalami gejala tersebut, maka kami sarankan untuk mengikuti program seminar atau training leadership. Program ini bertujuan untuk membantu para pemilik usaha menggembleng pimpinannya dikantor agar lebih bertanggung jawab terhadap kinerja anak buahnya.

Program training leadership ini akan dibawakan langsung oleh  Trainer Muda Indonesia RIF Hadziq. Training leadership ini dikemas oleh beliau dengan cara fun, comedy, dan powerful. Ini bertujuan agar para peserta atau pimpinan tidak merasa jenuh dan terkesan digurui. RIF Hadziq akan membangkitkan jiwa leadership dari dalam dirinya sendiri.

Segera daftakan perusahaan/instansi anda untuk mengikuti program seminar/training leadership untuk pimpinan perusahaan/instansi.

CONTAC US FOR REGISTER

Jasa Training Karyawan – BIGBi Enthusiastic

BIBGi enthusiastic adalah perusahaan yang bergerak dibidang training karyawan. BIGBi telah berdiri sejak 2013 yang didirikan oleh seorang Trainer Muda Indonesia bernama RIF Hadziq. Beliau sudah menyukai dunia motivasi dan public speaking sejak duduk dibangku kelas 1 SMA. Selain itu beliau juga telah menekuni bidang pengelolaan manusia di Ilmu Filsafat, disana mempelajari banyak tokoh Barat, Yunani, Cina, dan India. Beliau sangat antusias sekali dengan pengembangan manusia di Indonesia.

Bagi anda yang ingin meningkatkan kinjerja karyawan silahkan daftarkan perusahaan/instansi anda segera melalui program training/seminar karyawan.

CONTAC US FOR REGISTER

#No.1 Training SDM, Powerful dan Super Heboh !

Judul ini mungkin cukup fantastis bagi anda yang baru membacanya pertama kali, tapi setidaknya memang kehebohan yang menjadi andalan dari Trainer Termuda Indonesia RIF Hadziq. Kehebohan tersebut dimaksudkan untuk memberi kesan yang POWERFUL dan ber-IMPACT kepada kualitas SDM di perusahaan atau instansi. Bayangkan saja jika trainer mau menyemangati tentang SDM tapi loyo dan kaku. BIGBi memberikan layanan training SDM untuk perusahaan ataupun instansi yang membutuhkan pelejit kualitas SDM-nya. Hal ini akan memicu kinerja karyawan/pegawai menjadi lebih produktif, loyal, dan antusias terhadap pekerjaannya dikantor.

Saat ini banyak sekali perusahaan yang mengeluh tentang menurunnya kualitas SDM mereka, padahal gaji dan tunjangan selalu dilebihkan dari permintaan. Tetapi kecintaan terhadap pekerjaan terkesan sekedar rutinitas. Untuk itu segera daftarkan perusahaan atau instansi anda di BIGBi Enthusiastic – Motivaotor- Training Perusahaan No.1.

BIGBi memiliki spesialisasi dibidang peningkatan SDM melalui cara Training SDM untuk perusahaan dan instansi.

Daftarkan Perusahaan/Instansi anda Segera !

 

BIGBi – Spesialisasi Training Perusahaan #1

BIGBi Enthusiastic merupakan sebuah perusahaan yang sangat concern di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM). BIGBi berusaha memberikan spirit kepada perusahaan yang tengah mengalami kelesuan produktivitas yang dialami oleh karyawannya. Program ANTUSIAS yang dilakukan BIGBi salah satunya melalui program training untuk perusahaan. Training tersebut biasanya dispesialisasikan dengan kebutuhan perusahaan, misalnya persoalan leadership, loyalitas, produktivitas, dll.

Saat ini BIGBi telah banyak memberikan training kepada perusahaan-perusahaan yang sedang mengalami gejala kelesuan SDM. IMPACT yang diperoleh setelah mengikuti training adalah munculnya semangat dan ANTUSIAS karyawan dalam hal loyalitas, leadership, dan produktivitas kerja tentunya. Training atau motiviasi akan dibawakan langsung oleh Trainer Muda Indonesia RIF Hadziq.

Segera daftarkan perusahaan anda segera di

COMPANY REGISTER

Setiap Perusahaan Butuh 2 Tipe Orang Ini !

Setiap perusahaan butuh dua tipe orang ini
Setiap perusahaan butuh dua tipe orang ini
source : google.com

Manusia di dunia dilahirkan dengan karakter dan kepribadian masing-masing, antara satu dengan yang lainnya tidak bisa disamakan. Mereka memiliki keunikan tersendiri dalam PIKIRAN dan TINDAKAN. Tetapi terkadang mereka tidak mampu mengenali dan memposisikan karakternya secara efektif. Banyak perusahaan di Indonesia yang terkadang masih salah memberikan tanggung jawab kepada orang yang tidak tepat. Akibatnya target yang tidak tuntas dan penuh dengan alasan.

Manusia pertama adalah tipe DRIVER/INNOVATOR = INOVASI. Tipe ini mereka cenderung memiliki ide “nakal” yang terkadang terkesan imajinatif. Seperti target penjualan yang tak wajar, cara marketing, dan scale up perusahaan yang unik. Tipe ini memiliki kelebihan yang memang layak dijadikan INNOVATOR dalam sebuah perusahaan. Mereka memiliki ide-ide brilian yang bahkan sulit mereka lakukan sendiri. Tetapi selalu bilang “INI MUNGKIN” (coba cek siapa partner anda yang seperti ini). Tipe pertama tidak bisa berdiri sendiri, tetapi membutuhkan manusia dengan tipe kedua.

Manusia kedua adalah tipe EKSEKUTOR = KONSISTENSI. Tipe ini bertugas untuk melanjutkan apa yang diIDEKAN oleh INNOVATOR. Yap, INNOVATOR bisa memulai tetapi tidak bisa melanjutkan, makanya ide akan usang bila tidak segera diambil TINDAKAN. Manusia kedua ini memang tidak memiliki ide atau gagasan seunik INNOVATOR, melainkan memiliki ketelitian dan kesabaran yang otentik. Apa yang dilakukan oleh EKSEKUTOR biasanya sangat membosankan bagi INNOVATOR karena dianggap sebagai rutinitas yang menjenuhkan. Tapi sekali lagi ingat, IDE akan tetap menjadi IDE kalau tidak ada EKSEKUTOR.

INNOVATOR maunya cepat tapi sembrono, EKSEKUTOR teliti dan DETIL
INNOVATOR bisa memulai, EKSEKUTOR konsisten melanjutkan
INNOVATOR seputar ide gagasan, EKSEKUTOR teknis lapangan
INNOVATOR imajinatif, EKSEKUTOR logis

Ingat- ingat, dua tipe manusia tersebut pasti dibutuhkan setiap perusahaan secara BERSAMAAN. INNOVATOR saja maka tidak efisien dan efektif, EKSEKUTOR saja maka tidak inovatif dan cenderung stagnan. Pastikan sekarang, apakah perusahaan anda sudah memiliki dua tipe manusia tersebut? Jika sudah, apakah anda sudah memPOSISIkannya dengan tepat?.

Oleh :

RIF Hadziq
Mindset Expert, Business Innovator, People Development Coach

Miskin Sehat Atau Kaya Sehat?

source : google.com

By : RIF Hadziq

Bebas-bebas saja saya membuat tulisan seperti ini. Wong faktanya pilihan itu dibuat oleh manusia sendiri. Mungkin banyak orang yang membuat pilihan seperti ini,

Miskin sehat atau kaya sakit-sakitan, Miskin bahagia atau kaya tidak bahagia, Miskin dekat dengan Tuhan atau Kaya jauh dari Tuhan? Miskin Harmonis atau kaya tidak harmonis.

Ini salahnya orang yang membuat pilihan. Kalau buat pilihan itu yang enak-enak saja, jangan tidak enak!. Biasanya orang seperti ini jika ditanya, Mau dipotong dua jari atau satu jari? Pasti jawabnya satu jari. Lalu mengatakan lebih baik satu jari daripada dua jari. Kok saya ogah ya, mending tidak semuanya. Karena itu kesalahan dari yang buat pilihan.

Faktanya mindset seperti ini yang terkadang merusak pemahaman masyarakat terhadap orang kaya. Bahkan mencegah dirinya sendiri untuk kaya. Kalau saya pribadi buat pilihan seperti ini,

Miskin sehat dan kaya sehat, miskin bahagia kaya dan kaya lebih bahagia, miskin dekat Tuhan dan kaya dekat dengan Tuhan, Miskin Harmonis dan kaya harmonis. Boleh kan?

Orang Biasanya pake Atau, Lebih baik Pakai DAN

Nah biasanya orang ketika membuat pilihan pasti menggunakan kata atau. Miskin sehat ATAU kaya sakit-sakitan. Lebih baik, Miskin sehat DAN kaya sehat. sah-sah saja to? Wong tergantung yang buat pilihan.

Mungkin masih ada yang ngeyel, Mas, faktanya kan tidak seperti itu?

Iya memang fakta terkadang berbeda. Sekarang begini, contohlah perkataan “miskin gpp yang penting dermawan, daripada kaya tapi pelit”. Seolah-olah semua orang kaya adalah pelit, dan semua orang miskin adalah dermawan.

Renungkan! Soal anda pelit atau dermawan itu bukan persolan berapa harta yang anda punya. Saya tanya, berapa banyak tetangga kita yang mohon maaf miskin tapi pelit? dan berapa banyak tetangga anda yang kaya tapi dermawan? Pelit atau dermawan itu persolan mental. Kalau anda miskin saja sudah pelit, ketika jadi kaya maka jadi pelit. Kalau anda miskin saja suka main perempuan, ketika kaya wuuuh makin menjadi. Miskin saja sombong, ketika kaya? MasyaAllah.

Salah mindset

Kekayaan itu menambah, bukan merubah!

Seperti yang telah saya ungkapkan tadi, bahwa ketika orang miskin sudah bertabiat pelit, kasar sama istri, sombong, dll. Maka ketika kaya apa yang dia lakukan? Makin menjadi Bukan? Nah itu sama seperti orang miskin yang sudah dermawan, ramah, dan rendah hati. Kemungkinan pula ketika kaya juga akan begitu. Karena semuanya tergantung Mental orang tersebut. Ya sekali lagi MENTAL!.

Hanya Bayangan Anda!

Jika anda bermindset seperti awal tadi, sadar atau tidak itu hanya bayangan anda. Anda mengambil contoh orang kaya yang kebetualan sakit dan orang miskin yang kebetulan sehat. Kemudian anda generalisir kesemua orang kaya dan miskin. Yang saya tanyakan, kenapa anda tidak mengambil contoh orang Kaya yang sehat dengan orang miskin yang sakit-sakitan? Mungkin mindset anda akan sebaliknya. Benar Bukan?. So bayangkan yang baik saja dan buatlah pilihan yang menyenangkan!.

Otak Kanan Vs Otak Kiri, Pemimpin Cocok Yang Mana?

source : google.com

By : RIF Hadziq

Banyak sekali pembahasan dan perdebatan mengani otak kanan vs otak kiri. Saya pribadi tidak begitu peduli anda pakai yang mana, mau otak kanan atau otak kiri. Jangan sampai tak pakai otak!hehe. Otak manusia memang secara genetik terbelah menjadi dua,  yaitu right hemisphere dan left hemisphere. Kemudian ditafsirkan secara psikologis bahwa keduanya memiliki kecenderungan masing-masing. yang kiri begini dan yang kanan begitu. Eh gimana?

Sebelumnya mungkin kebanyakan orang berkeyakinan bahwa sangat baik apabila kanan dan kiri sama-sama berfungsi dengan baik. Jadi kiri oke kanan juga oke. Tapi apakah mungkin?Ya mungkin saja, tapi sebelum menginjak kesana, mari kita bahas dulu apa ciri-ciri  otak kanan dan otak kiri.

Otak kiri adalah otak yang dikenal memiliki rasional yang sangat tinggi, sistematis, kaku, dan tekstual. Sedangkan otak kanan berciri imajinatif, kreatif, dan spekulatif. Singkatnya lihat gambar ini,

otak kanan vs otak kiri
Gambar : google.com

Lalu pertanyaanya, Kalau dalam bisnis cocok kanan atau kiri?

Nah ini dia, menurut beberapa orang yang sudah lama bergelimang dalam bisnis. Otak kananlah yang paling cocok digunakan. Eitsss, maksud bisnis disini karyawan atau bos? ya Bos dong tentunya. Bahwa otak kanan yang bersifat spekulatif dan kreatif sangat cocok bagi orang yang hendak mendirikan sebuah usaha atau bisnis. Loh memang ndak pakai otak kiri? Sek, sek, belum waktunya.

Otak kanan sangat efektif untuk memulai, kenapa? karena dalam bisnis mengajarkan kecepatan dan ketepatan. Jadi kelamaan kalau pakai itung-itungan dulu. Malah ndak mulai-mulai kan? Sedangkan otak kiri sangat cocok untuk mempertahankan dan menstabilkan, oleh siapa? ya karyawan dong!

Jadi duluan mana? Ya kalau anda passion ke bisnis, dan bernafsu jadi bos ya harus pakai otak kanan, jangan kiri.

Filosofi Otak Kanan dan Otak Kiri

Seperti yang dikatakan Ippho, bahwa otak kanan adalah otak yang cepat. Kanan dalam bahasa inggris Right. Kata right selalu identik dengan Benar, Cocok, Adil, Hak, dan yang Seharusnya. Artinya bahwa kanan memiliki arti kata yang lebih positif.

Otak kanan otak kecepatan

Sedangkan kata kiri, memiliki asal kata Left. Jika ditengok dikamus, left berarti kiri, tangan kiri, salah, keliru, ataupun tertinggal. Bahkan khsusus jalur di Indonesia, mendahului hendaknya di lajur kanan!. yakan? artinya kalau anda ingin lebih cepat, baiknya menggunakan otak kanan! hehe

Nah, balik pertanyaan awal tadi. Bukankah keduanya harus seimbang?

Ya  memang dalam hidup tidak bisa hanya memakai salah satu otak, bahkan tidak pakai otak. Melainkan harus seimbang, ya seimbang, dan seimbang! Memang setiap manusia memilik kecenderungan masing-masing, entah kanan ataupun kiri. Tetapi kanan kiri tidak harus diseimbangkan dalam satu manusia saja. Melainkan semua manusia harus saling melengkapi, dan terjadilah keseimbangan. Yakan? Contohnya begini,

Bos pakai otak kanan, akuntan pakai otak kiri. Politisi pakai otak kanan, birokrat pakai otak kiri. Pemain bola otak kanan, wasit otak kiri. Pengusaha otak kanan dan pekerja otak kiri. Gimana seimbang kan hidup ini? Ya artinya anda tidak perlu fokus dikedua otak tersebut, karena setiap manusia punya kecenderungan masing-masing dan saling melengkapi. Ecieeeee

Dalam ISLAM

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam amat menyukai memulai dengan kanan dalam mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam urusannya yang penting semuanya” (Muttafaqun ‘alaih).

Boleh lah saya menafsirkan makna dari kata “urusan yang penting semuanya” adalah termasuk juga memakai otak kanan. Artinya Nabi Muhammad juga mendahulukan yang serba kanan. Dan tidak ada dalil yang menjelaskan tentang kiri. Pokok apa-apa harus kanan. ya kan?

Khusus kepada anda, yang ingin memulai bisnis atau mengembangkan bisnis. Saya sarankan dahulukan otak kanan. Kata Purdi E Candra, ” kalau otak kanan kita gunakan, maka secara otomatis otak kiri akan ngikut”. Jadi ndak usah banyak cincong, ayo segera berbisnis. Oke?

Maaf kalau membuat anda semangat!

Bahagialah Ketika Anda Ditolak !

source : google.com

By : RIF Hadziq

Tulisan ini sebenarnya saya khususkan bagi anda yang ingin memulai bisnis, kurang pede, dredegan, bahkan marketer yang setengah tanggung. Banyak orang menunda memulai bisnis karena takut penolakan. Ya ditolak pelanggan, ditolak temen, bahkan ditolak calon pacar (yang ini termasuk).

Begini, semua hal yang ingin kita jalani ada dua kemungkinan yaitu diterima dan ditolak. Kalau diterima pasti anda seneng bukan, Nah apa kabar jika anda ditolak?. Bayangkan dulu saat ini anda mempunyai sebuah usaha, entah barang atau jasa. Kemudian anda menawarkan ke seseroang, dan kemudian anda ditolak. “maaf mas, tidak dulu ya”. Jika orang yang anda tawari ngomong gitu, kira-kira anda seneng atau sedih? Pasti sedih dan kecut bila anda tidak kaya mental. Tapi akan sangat bahagia jika anda orang yang cerdas. Loh kok bisa?

Sek-sek jangan terburu-buru. Cek perkataan saya diatas, bahwa segala sesuatu pasti ada kemungkin diterima dan ditolak. Pertanyaannya anda fokus yang mana? orang minder ke penolakan orang gigih ke penerimaan. Yah, sekali lagi ke penerimaan ya. Contoh ada 10 orang yang kita tawari suatu produk. Berangkat dari premis tadi, bahwa akan ada penerimaan dan penolakan. Anggap saja dari 10 orang tersebut pasti ada yang membeli 1 dan otomatis yang menolak 9. Ya ibaratkan perbandingannya adalah 1 : 10. Namun kita tak pernah tau, diposisi mana orang 1 tadi, entah di penawaran pertama, kedua, ataupun kesepuluh. Jika anda ke orang pertama, kemudian ditolak. Maka senang dan banggalah,  karena sisa 9 lagi. Dan orang ke-9, bilanglah. Terima kasih Ya Tuhan tinggal 1 lagi penolakanku. Yess kemudian sampai ke orang 10. Yes yes… akhirnya dibeli.

Contoh diatas adalah perumpamaan saja, bahwa ketika anda menjual berfokuslah pada penerimaan. Dengan begitu anda akan tetap sabar dan bahagia. Ilmu seperti ini jarang dimiliki sales yang setengah-setengah. Bahkan perbandingan untuk panawaran sekelas properti bisa sampai 1 : 100 orang. Dari 100 orang yang butuh rumah yang sudah anda tawari , hanya 1 yang beli.

So mulai sekarang, keras kepalalah kepada semangat anda. Mau ditolak seribu kalipun pasti ada penerimaan. Itu kalau anda mau jadi marketer yang tidak setengah-setengah.

Ternyata Puasa Mampu Mengasah Leadership

BIGBi Leadership | Mindset Revolution

Bulan puasa telah tiba. Dalam ajaran agama Islam, berpuasa adalah menahan diri dari perkara yang membatalkan puasa (makan, minum, melakukan hubungan suami istri) dimulai sejak adzan Subuh hingga adzan Mahgrib. Sebelum adzan subuh, seorang yang hendak berpuasa wajib berniat untuk menjalankan puasa di hari itu, tanpa niat pahalanya tidak sah.

Apa pelajaran dan hikmah yang bisa kita petik dari kewajiban berpuasa bagi seorang muslim? Tentu banyak sekali. Dari perpektif leadership, menurut hemat saya ada beberapa yang bisa kita petik. Pertama, melatih komitmen. Puasa tidak sah tanpa niat. Komitmen mewujudkan apa yang kita perjuangkan ibarat niat dalam ibadah puasa. Tanpa komitmen pekerjaan menjadi berantakan, tertunda dan menimbulkan banyak kerugian.

Komitmen itu wajib dilakukan di awal kegiatan, dijaga saat pelaksanaan hingga tuntas semua kegiatan. Seorang leader yang tidak memiliki komitmen akan kehilangan respect dari banyak pihak khususnya anggota timnya. Saat kita berkomitmen mencapai target yang ditetapkan perusahaan maka buktikanlah target itu tercapai. Komitmen itu ditancapkan ke dalam hati dan dibuktikan dengan aksi.

Kedua, melatih integritas. Definisi integritas itu banyak versinya. Saya lebih senang menggunakan definisi “sibuk melakukan kebaikan dengan sama baiknya, baik ketika dalam keramaian maupun saat sendiri.” Berpuasa mengasah integritas, meskipun kita bisa mencari berbagai peluang untuk melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi tetap kita tidak melakukannya.

Kita bisa saja masuk ke dalam kamar pribadi, kemudian menyantap makanan yang ada. Tidak ada orang yang tahu, tetapi kita tidak melakukannya karena kita sudah berniat untuk berpuasa. Orang memang tidak ada yang melihat tetapi ada Allah swt yang Maha Melihat dan Maha Tahu. Inilah pondasi integritas terkuat yang seyogyanya melekat dalam diri kita. Semua itu bisa dilatih dengan berpuasa.

  Budaya Inovasi itu Komitmen Pemimpin

Ketiga, mengasah kemampuan menahan diri. Makan, minum dan berhubungan suami istri adalah kebutuhan fitrah manusia. Namun, meski halal, di siang hari (saat berpuasa) kita dilarang untuk melakukannya. Kita sedang dilatih untuk tidak serakah dan mengendalikan nafsu. Seorang pemimpin atau leader bisa terjatuh karena tidak bisa menahan godaan dunia yang menggiurkan. Berpuasa melatih kita untuk mampu menahan diri.

Dan saya yakin, masih banyak pelajaran yang bisa kita petik dari ibadah puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa dan menggali hikmah di dalamnya.

By : Jamil Azzaini